Sejarah & Profil Pimpinan
Menelusuri jejak emas transformasi IAIN Sorong dari rintisan STID Al-Hikmah oleh Veteran Trikora 1962, penegerian STAIN 2006, alih status Institut 2020, hingga era kepemimpinan baru menuju Universitas Islam Negeri. Program Studi PAI dipimpin oleh akademisi berdedikasi tinggi yang mengedepankan pendekatan humanis dan profesional.
The New Spirit: Dibawah visi "Bridge of Change", IAIN Sorong bergerak lincah memperkokoh harmoni multikultural serta memperluas daya jangkau pendidikan tinggi keagamaan kelas dunia.
Baca Visi Misi PAI →1. Napak Tilas Sejarah: Dari Rintisan Sukarelawan Trikora Menuju Perguruan Tinggi Negeri
Lahirnya Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Sorong merupakan buah dari keikhlasan perjuangan dan idealisme dakwah para perintis pendidikan Islam di bumi Tanah Papua. Jauh sebelum menyandang status institut negeri yang megah, institusi ini dirintis dari bawah dengan penuh keteguhan moral demi memajukan harkat, martabat, dan pendidikan keagamaan bagi masyarakat muslim di kawasan timur Nusantara.
Kisah bersejarah ini bermula dari berdirinya Sekolah Tinggi Ilmu Dakwah (STID) Al-Hikmah Sorong yang dipelopori oleh Drs. H. Noer Hasjim Gandhi. Beliau adalah seorang pejuang Veteran Tentara Sukarelawan Trikora yang ditugaskan ke wilayah Irian Barat pada tahun 1962 oleh Departemen Agama Republik Indonesia. Didorong oleh rasa tanggung jawab mencerdaskan kehidupan bangsa, beliau merangkul para tokoh muslim Kota Sorong, salah satunya adalah Drs. H. Uso yang kala itu memimpin Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Model Sorong. Lembaga rintisan ini terus tumbuh hingga berevolusi menjadi Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Al-Hikmah Sorong dengan status perguruan tinggi swasta.
Diprakarsai oleh Veteran Trikora Drs. H. Noer Hasjim Gandhi bersama Drs. H. Uso, mendirikan STID dan STAI Al-Hikmah Swasta untuk syiar ilmu di Papua.
Resmi dinegerikan lewat Peraturan Presiden No. 78 Tahun 2006. Tanggal 20 Juli ditetapkan dan diperingati sebagai hari Dies Natalis kampus.
Alih status menjadi Institut Agama Islam Negeri lewat Perpres No. 40 Tahun 2020, diperkuat Statuta PMA No. 11/2021 dan OTK PMA No. 1/2021.
2. Tonggak Sejarah Transformasi Kelembagaan
Seiring meningkatnya kebutuhan masyarakat terhadap kualifikasi guru agama Islam yang profesional, pimpinan STAI Al-Hikmah berinisiatif mengajukan penegerian institusi ke Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam dan Penyelenggaraan Haji Departemen Agama RI, dengan mengantongi rekomendasi resmi Kopertais Wilayah VIII Makassar. Berkat ikhtiar gigih seluruh tim perumus, sejarah emas pun tercipta:
| Periode Transformasi | Dasar Regulasi Resmi | Capaian & Momentum Historis |
|---|---|---|
| Rintisan STID & STAI Al-Hikmah | Inisiatif Tokoh Masyarakat & Depag | Pelopor awal perguruan tinggi Islam di Kota Sorong oleh Drs. H. Noer Hasjim Gandhi. |
| Penegerian STAIN Sorong | Perpres RI No. 78 Tahun 2006 | Alih status menjadi PTKIN negeri pertama di Papua Barat pada 20 Juli 2006 (Hari Dies Natalis). |
| Transformasi IAIN Sorong | Perpres RI No. 40 Tahun 2020 | Ditetapkan pada 28 Februari 2020 (4 Rajab 1441 H), menandai lahirnya Institut Agama Islam Negeri Sorong. |
| Ortaker & Statuta Modern | PMA No. 1 / 2021 & PMA No. 11 / 2021 | Penataan birokrasi kelembagaan modern yang mencakup Fakultas Tarbiyah dan Program Pascasarjana. |
| Akselerasi UIN Sorong | KMA No. 017614/B.II/3/2024 | Pencanangan semangat "The New Spirit – Kitorang Punya" menuju Universitas Islam Negeri. |
3. Jejak Kepemimpinan dari Masa ke Masa
Kemajuan institusional IAIN Sorong dan Program Studi PAI tidak dapat dilepaskan dari dedikasi para tokoh yang memegang amanah kepemimpinan lintas generasi:
Ketua definitif pertama STAIN Sorong yang meletakkan fondasi manajemen akademik negeri. Setelah wafat, diteruskan oleh Pgs. Dr. Muhammad Yusuf, M.Ag.
Memperkuat konsolidasi kelembagaan, pembinaan SDM dosen, serta perluasan program studi kependidikan Islam di Papua.
Memimpin alih status STAIN menjadi IAIN Sorong (Perpres 40/2020) dan dilantik sebagai Rektor IAIN Sorong pertama pada 1 April 2020.
4. Era Baru Kepemimpinan: Dr. Suparto Iribaram, S.Sos., M.A. (2024–2028)
Berdasarkan Keputusan Menteri Agama Republik Indonesia Nomor 017614/B.II/3/2024, estafet kepemimpinan tertinggi IAIN Sorong beralih kepada Dr. Suparto Iribaram, S.Sos., M.A. sebagai Rektor masa jabatan 2024 hingga 2028. Kehadiran beliau menghembuskan energi pembaharuan yang adaptif, visioner, dan inklusif bagi masa depan pendidikan Islam di Papua Barat Daya.
Dalam memimpin institusi, Rektor Dr. Suparto Iribaram mengusung visi strategis bertajuk “Bridge of Change” (Jembatan Perubahan) dengan semboyan “The New Spirit – Kitorang Punya”. Filosofi ini menekankan bahwa IAIN Sorong harus berdiri sebagai episentrum transformasi kemajuan ilmu pengetahuan di kawasan Indonesia Timur untuk panggung internasional. Dalam tata kerja manajemen, beliau menginstruksikan penerapan prinsip kerja KISS / KISSMI (Koordinasi, Integrasi, Sinkronisasi, Sinergi, Monitoring, dan Evaluasi) di seluruh lini unit kerja fakultas dan program studi.
Menjadikan kampus sebagai jembatan peradaban yang menghubungkan potensi lokal Papua dengan kemajuan keilmuan dan sains global.
Menumbuhkan rasa memiliki, dedikasi kolektif, dan kebanggaan sivitas akademika dalam menjaga martabat institusi perguruan tinggi negeri.
Pola kerja koordinatif, integratif, sinkron, sinergis, termonitor, dan terevaluasi berkala demi pencapaian IKU dan akreditasi unggul.
5. Profil Kepemimpinan Program Studi S1 Pendidikan Agama Islam
Di tingkat operasional jurusan, Program Studi Sarjana (S1) Pendidikan Agama Islam berada di bawah naungan Fakultas Tarbiyah. Kepemimpinan prodi dijalankan secara berkesinambungan dengan mengedepankan pembinaan karakter mahasiswa yang berakhlak mulia dan tangguh secara akademik.
Pakar pendidikan Islam yang memimpin arah kebijakan fakultas, didampingi Wakil Dekan I Dr. Fatmasari, M.Pd.I. dan Wakil Dekan II Suharmoko, M.Pd.
Menerapkan model pendekatan langsung (personal approach) yang humanis untuk memetakan bakat mahasiswa serta meminimalkan kegagalan studi.
Jargon pembinaan karakter: Alim (berilmu agama mendalam), Sholeh (berakhlak mulia), dan Kafi (cakap, mandiri, kreatif, dan solutif).
6. Profil Dewan Dosen dan Pengembang Keilmuan S1 PAI
Kekuatan pengajaran dan bimbingan akademik di Program Studi S1 PAI ditopang oleh dosen-dosen tetap yang berkualifikasi magister dan doktor dari berbagai perguruan tinggi terkemuka. Jajaran dosen ini mengampu rumpun mata kuliah pedagogik, studi keislaman klasik, filologi manuskrip Arab, dan teknologi pembelajaran:
| No | Nama Dosen Pendidik | Gelar Akademik | Amanah Tambahan / Kepakaran |
|---|---|---|---|
| 1 | Abdul Azis Khoiri, M.Pd. | Magister Pendidikan | Koordinator Program Studi S1 PAI |
| 2 | Dr. Fatmasari, M.Pd.I. | Doktor Pendidikan Islam | Wakil Dekan I Fakultas Tarbiyah |
| 3 | Dr. Hermanto, M.Pd.I. | Doktor Pendidikan Islam | Dosen Tetap PAI / Asesor Pendidikan |
| 4 | Ely Fitriani, M.Pd. | Magister Pendidikan | Dosen Tetap PAI / Pengembang Kurikulum |
| 5 | Ibnu Chudzaifah, M.Pd.I. | Magister Pendidikan Islam | Dosen Tetap PAI / Media Pembelajaran |
| 6 | Drs. Muhammad Satir, M.Pd.I. | Magister Pendidikan Islam | Dosen Tetap PAI / Evaluasi Pembelajaran |
| 7 | Agus Salim, M.Pd. | Magister Pendidikan | Dosen Tetap PAI / Metodologi Pengajaran |
Selain jajaran dosen tetap S1, program studi juga mendapatkan dukungan keilmuan multidisipliner dari para pakar bergelar Guru Besar dan Doktor di lingkungan Pascasarjana dan fakultas lainnya, seperti Prof. Dr. Hamzah, M.Ag., Dr. Suparto Iribaram, S.Sos., M.A., Dr. Sudirman, S.H., M.H.I., Dr. Muhammad Rusdi Rasyid, M.Pd.I., Dr. Surahman Amin, Lc., M.A., Drs. Hasbullah, M.Pd., Ph.D., serta Dr. Agus Yudiawan, S.Pd., M.Pd.
7. Sinergi Jenjang Berkelanjutan: S1, S2, dan S3 Pendidikan Agama Islam
Keunggulan ekosistem keilmuan PAI di IAIN Sorong adalah tersedianya kesinambungan jenjang pendidikan tinggi yang lengkap dari jenjang Sarjana (S1), Magister (S2), hingga jenjang Doktor (S3) Pendidikan Agama Islam. Jenjang Doktor S3 PAI dikoordinasikan oleh Drs. Hasbullah, M.Pd., Ph.D. dan diperkuat oleh Surat Keputusan Rektor Nomor 343 Tahun 2025 tentang Dosen Homebase Pascasarjana S3 PAI.
Kehadiran jenjang pendidikan yang komprehensif ini memberikan kepastian jenjang karir akademik (*continuing education*) bagi lulusan S1 PAI IAIN Sorong untuk melanjutkan riset hingga level tertinggi tanpa harus meninggalkan wilayah Papua Barat Daya.
8. Penutup: Menatap Masa Depan dengan Spirit Integritas
Dari sejarah berdarah dan keringat para sukarelawan Trikora hingga kepemimpinan modern di era digital saat ini, Program Studi S1 PAI IAIN Sorong terus membuktikan komitmennya untuk tidak pernah berhenti berinovasi. Dengan keteladanan pimpinan, dedikasi dosen, serta semangat mahasiswa yang membara, prodi ini optimis menyongsong akreditasi unggul dan bertransformasi bersama menyongsong kehadiran Universitas Islam Negeri (UIN) Sorong demi kemajuan peradaban bangsa.
